Standar Kompetensi 1 : Memahami Kehidupan Sosial Manusia
Kompetensi Dasar 1.3 : Mengidentifikasi
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat dikategorikan ke dalam dua
bentuk, yaitu :
- Interaksi sosial yang asosiatif, yaitu interaksi yang mengarah kepada bentuk–bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan)
a. Kerja sama
Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok
untuk mencapai tujuan bersama.
Berikut ini
adalah bentuk-bentuk kerja sama :
- Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong antar sesama warga dalam masyarakat. Contoh : gotong royong yang dilakukan di suatu desa untuk membangun rumah salah satu warga.
- Bargaining, yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. Contoh : Bargaining antara pemerintah Indonesia dengan Thailand, yaitu Indonesia menukarkan minyak bumi dengan beras dari Thailand.
- Kooptasi, yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksana politik dalam suatu organisasi dan sebagai suatu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam organisasi yang bersangkutan. Contoh : Pemerintah sekarang membuat UU anti korupsi dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menghindari keguncangan akibat korupsi.
- Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan sama. Contoh : koalisi bebrapa partai di lembaga legislatif untuk mencalonkan bupati atau prersiden.
- Joint-Venture, yaitu kerja sama antara beberapa organisasi dalam mengusahakan proyek-proyek tertentu. Contoh joint-venture antara Indonesia dan Amerika dalam pengeboran minyak di Cepu.
b. Akomodasi
Suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara
pribadi dan kelompok– kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk
menyelesaikan pertentangan tanpa cara mengahancurkan pihak lawan sehingga lawan
tidak kehilangan kepribadiaanya. Dalam pelaksanaannya, akomodasi memiliki
beberapa bentuk yaitu koersi, kompromi, arbitasi, mediasi, konsilisasi,
toleransi, stalemate, dan ajudikasi.
- Koersi
Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan
karena adanya paksaan. Pemaksaan biasanya terjadi pada pihak yang kuat terjadap
pihak lawan yang lebih lemah.
- Kompromi
Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak
yang saling berselisih mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
Contoh : perjanjian genjatan senjata antara dua negara yangs edang
perang.
- Arbitasi
Arbitasi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak
yang berselisih tidak sanggup mencapai kompromi sendiri, sehingga untuk
penyelesaiannya mendatangkan pihakl ke 3 sebagai penengah (netral). Pihak ke 3
yang dipilih oleh kedua pihak mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari
pihak-pihak yang bertentangan. Contoh: PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
membantu penyelesaiannya dua negara yang sedang berselisih.
- Mediasi
Mediasi adalah bentuk akomodasi yang hampir sama dengan
arbitasi. Bedanya pada mediasi pihak ke 3 hanya bertugas menyelesaikan
prselisihan secara damai dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi
keptusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut. Jadi pihak ke 3
berfungsi sebagai juru damai dan penasihat saja. Contoh: pemerintah Indonesia
yang diwakili menteri Luar Negeri Ali Atlas menjadi mediator dalam penyelesaian
pertikaian di Kamboja.
- Konsiliasi
Konsiliasi adalah suatu bentuk akomodasi untuk mempertemukan
pimpinan-pimpinan dari pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan
bersama. Konsiliasi bersifat lebih lunak sehingga memungkinkan pihak-pihak yang
berselisih untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Contoh: adanya panitia
tetapdi Indonesia yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil perusahaan,
wakil-wakil buruh, dan wakil departemen tenaga kerja yang bertugas
menyelesaikan mesalah-masalah perburuhan.
- Toleransi
Toleransi adalah suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan
yang formal. Kadang-kadang toleransi terjadi secara tak sadar dan tanpa di
rencanakan. Hal ini terjadi karena adanya keinginan dari perorangan atau kelompok
manusia untuk untuk menghindari adanya perselisihan. Contoh: sikap toleransi
yang dimiliki bangsa Indonesia yang senantiasa berusaha untuk menghindari
adanya perselisihan.
- Stalemate
Stalemate adalah bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang
bertentangan mempunyai kekuatan berimbang dan akhirnya kadua belah pihak
berhenti untuk tidak melanjutkan pertentangan. Contoh: berakhirnya perang
dingin antara Blok Barat yang di pimpin oleh Amerika Serikat dengan Blok Timur
yang di pimpin oleh Uni Soviet pada era 90-an.
- Ajudikasi
Ajudikasi adalah penyelesaian masalah melalui jalur hukum di
pengadilan. Contoh: perselisihan antar warga desa yang penyelesaiannya melalui
jalur hukum di pengadilan.
c. Asimilasi
Proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat
dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif
dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah
sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d. Akulturasi
Proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat
manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur – unsur dari
suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur – unsur
kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa
menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.
- Interaksi sosial yang bersifat dis-asosiatif, yaitu interaksi yang mengarah kepada bentuk–bentuk pertentangan atau konflik.
Sumber
: http://feraissuda2.blogspot.com
Tidak ada komentar :
Posting Komentar